Gaji Pep Guardiola Melebihi Kemampuan Timnas Italia, FIGC Perlu Dukungan Sponsor

Gaji Pep Guardiola Melebihi Kemampuan Timnas Italia, FIGC Perlu Dukungan Sponsor

Nama Pep Guardiola, manajer Manchester City, belakangan ini banyak dibicarakan sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia. Namun, ada kendala besar yang dapat menggagalkan rencana tersebut, yakni gaji Guardiola yang dinilai terlalu tinggi bagi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Menurut laporan dari La Gazzetta dello Sport, yang dikutip oleh Football Italia, gaji Pep Guardiola yang mencapai sekitar €14 juta per tahun (sekitar Rp282 miliar) bersih, ditambah dengan bonus, tidak mungkin ditanggung oleh FIGC tanpa dukungan sponsor. Jika federasi berencana menawarkan pekerjaan kepadanya, dukungan tambahan dari sponsor akan menjadi hal yang diperlukan.

Gazzetta juga menyebut jika Guardiola siap mempertimbangkan tawaran Federasi, terutama menjelang pemilihan presiden FIGC yang dijadwalkan pada 22 Juni 2026 untuk menggantikan Gabriele Gravina. Situasi ini mirip dengan yang dialami pelatih sebelumnya, Antonio Conte, yang gajinya sebagian dibiayai oleh sponsor ketika menjabat pelatih Timnas Italia.

Sementara itu, informasi dari Gazzetta menyatakan bahwa Roberto Mancini adalah pelatih Timnas Italia dengan gaji tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, setelah menandatangani kontrak senilai €3 juta per tahun setelah menjuarai Euro 2021. Saat ini, Guardiola masih terikat kontrak dengan Manchester City hingga 30 Juni 2027.

Meskipun ayah dua anak tersebut masih memiliki kontrak, dilaporkan bahwa Guardiola tertarik untuk melatih Timnas Italia. Posisi pelatih Gli Azzurri kini kosong setelah Gennaro Gattuso mundur pada 3 April 2026 usai gagal membawa tim lolos ke Piala Dunia 2026. Sejumlah nama seperti Massimiliano Allegri dan Antonio Conte tengah dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut.

Sebagaimana diungkapkan dalam laporan, keputusan siapa yang menjadi pelatih baru Timnas Italia akan ditentukan setelah pemilihan presiden FIGC. Oleh karena itu, arah kebijakan federasi akan sangat memengaruhi masa depan Gli Azzurri.

Guardiola, yang terkenal dengan pencapaiannya di Barcelona, mencapai 15 trofi, termasuk enam gelar La Liga dan satu trofi Piala Eropa. Namun, ia mungkin ingin mengambil jeda setelah bertahun-tahun dalam tekanan tinggi di Manchester City, dan opsi sebagai pelatih tim nasional dianggap sebagai kompromi yang ideal.

Pengalaman Guardiola yang pernah mengambil jeda dari kepelatihan pada 2012 sebelum kembali bersama Bayern Munich memberikan gambaran bahwa masa depan kepelatihannya masih berpeluang untuk berkembang. Sumber juga menyebutkan bahwa ICO dapat mendukung langkah tersebut dengan menjadi sponsor.

Artikel terkait

Rekomendasi