Situasi Ragnar Oratmangoen di Liga Belgia bersama FCV Dender sedang tidak baik. Pemain sayap Timnas Indonesia ini menghadapi kesulitan karena timnya berjuang untuk menghindari ancaman degradasi.
Ragnar Oratmangoen mengalami tantangan besar dalam mendapatkan waktu bermain yang memadai, terutama karena masalah cedera yang kerap mengganggu. Hingga saat ini, ia hanya tampil dalam 14 pertandingan dengan total durasi bermain 341 menit.
Pemain berusia 28 tahun ini juga harus absen beberapa kali dari skuad akibat cedera, meski sempat mencetak gol saat timnya mengalahkan Royal Antwerp di pekan ke-15. Namun, sejak itu, ia tidak mampu menambah koleksi golnya.
Kesulitan Ragnar dalam bersaing untuk mendapatkan tempat di tim utama cukup mencolok. Dia hanya sekali menjadi starter sepanjang musim dan tidak jarang harus dijadwalkan sebagai pemain cadangan.
Absen selama pekan ke-16 hingga 26 karena cedera lutut membuatnya semakin sering berada di bangku cadangan. Ia terakhir kali bermain pada pertandingan melawan Cercle Brugge, setelah sebelumnya absen dua laga akibat terkendala cedera.
Nasib buruk yang menimpa Ragnar sejalan dengan situasi FCV Dender yang terpuruk di dasar klasemen. Saat ini, tim asuhan Yannick Ferrera menghadapi ancaman degradasi di Belgian Pro League dan sangat kesulitan dalam fase play-off degradasi.
Dari tiga pertandingan yang telah dilalui, FCV Dender hanya meraih satu kemenangan dan dua kekalahan. Dengan demikian, tim ini masih terperosok di posisi terakhir dengan total 22 poin.
Dalam tiga laga tersisa melawan Zulte Waregem, Cercle Brugge, dan La Louviere, FCV Dender harus berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi. Play-off degradasi ini akan mempertemukan empat tim terendah dalam format round-robin, di mana hanya tim terbawah yang akan terdegradasi.
Pada musim depan, posisi Ragnar Oratmangoen semakin tidak menentu, terutama karena kontraknya akan segera berakhir. Setelah dua tahun bersama FCV Dender, kontraknya akan berakhir pada Juni 2026 tanpa kepastian perpanjangan.
Kinerja Ragnar musim ini yang kurang memuaskan kemungkinan besar akan mempersulitnya untuk menarik minat klub-klub lain. Oleh karena itu, ia perlu segera menemukan solusi untuk memperbaiki kariernya dan menjaga peluang dipanggil oleh pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.