Bayern Munchen menunjukkan mental juara mereka dalam sebuah pertandingan dramatis melawan Mainz. Meski tertinggal 0-3 di babak pertama, raksasa Bundesliga ini berhasil bangkit dan meraih kemenangan 4-3.
Tim yang datang dengan status juara Bundesliga dan telah mengamankan tiket ke final DFB-Pokal, awalnya tampil dalam tekanan yang minim. Namun, rotasi pemain yang dilakukan justru membawa bencana ketika Mainz mencetak gol melalui Dominik Kohr, Paul Nebel, dan Sheraldo Becker.
Keadaan ini memaksa pelatih Vincent Kompany untuk melakukan perubahan besar di babak kedua. Masuknya Harry Kane dan Michael Olise menjadi titik balik yang mengubah arah pertandingan secara drastis.
Kebangkitan Bayern kali ini bukanlah sekadar kemenangan biasa. Ini menjadi salah satu comeback terlangka dalam sejarah Bundesliga, yang menunjukkan ketahanan mental tim asal Bayern tersebut.
Kane Soroti Perubahan Mentalitas
Dalam semifinal Liga Champions 2025/2026, Bayern akan melawan juara musim lalu, Paris Saint-Germain (PSG). Pemain Bayern, Harry Kane, kembali menyoroti pentingnya perubahan energi dan intensitas di babak kedua, yang mendorong timnya untuk bangkit.
Kane menyatakan, “Kami menekankan pentingnya energi dan intensitas saat jeda. Anda bisa lihat perubahan itu sejak menit pertama babak kedua, dan kredit layak diberikan kepada semua.”
Striker Inggris ini juga mengakui bahwa Bayern jauh dari standar mereka di babak pertama. “Babak pertama sangat sulit karena kami tidak bisa mengontrol permainan dan sering melakukan kesalahan,” ungkapnya.
Comeback Bersejarah dan Gol ke-53 Kane
Setelah jeda, Bayern mulai menunjukkan perbaikan. Gol pertama dari Nicolas Jackson pada menit ke-53 lalu diikuti oleh gol cantik dari Michael Olise dan penyama kedudukan dari Jamal Musiala.
Kane akhirnya menjadi penentu kemenangan dengan gol pada menit ke-83, mencatatkan gol ke-53 musim ini, yang merupakan prestasi luar biasa di level kompetisi Eropa.
Kemenangan ini tercatat sebagai yang ketiga kalinya dalam sejarah Bundesliga di mana sebuah tim berhasil menang setelah tertinggal 0-3 di babak pertama, dan yang pertama sejak 1980. Ini juga menjadi kali pertama Bayern menang setelah tertinggal tiga gol sejak 1988 di semua kompetisi.
Modal Besar Jelang Liga Champions
Pelatih Vincent Kompany menyebut kemenangan ini sebagai suntikan mental yang sangat penting menjelang semifinal Liga Champions. “Kami bisa saja kebobolan lebih banyak di babak pertama, tetapi kualitas dan mentalitas tim di babak kedua sangat mengesankan,” ujar Kompany.
Dia menambahkan, “Kemenangan ini membantu kami membangun rasa percaya diri dan menjadi fondasi untuk ke depan.” Performa menonjol Kane semakin memperkuat posisinya sebagai tulang punggung Bayern musim ini.
Dengan catatan 53 gol yang diukirnya, Kane menjadi pencetak gol terbanyak di lima liga Eropa teratas sejak Robert Lewandowski mencetak 55 gol pada musim 2019/2020. Dengan momentum yang besar ini, Bayern kini bersiap menghadapi PSG dengan penuh kepercayaan diri.